fbpx

Kajian – Jasa Konsultasi Penyusunan Dan Evaluasi Persyaratan Kerjasama Pengelolaan Marina Yacth Terminal & Kawasan Penunjangnya Di Benoa Maritime Tourism Hub

pict by bisnis.com

BKMP UNAIR NEWS – Pemerintah melalui Kementerian BUMN berkomitmen penuh mendukung peningkatan kunjungan wisatawan internasional dan domestik dengan menjadikan Pelabuhan Benoa-Bali sebagai Home Port Cruise untuk pelabuhan-pelabuhan di seluruh Indonesia. PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) diberikan tugas oleh Kementerian BUMN untuk melakukan pengembangan atau revitalisasi Kawasan Pelabuhan Benoa sebagai Benoa Maritime Tourism Hub (BMTH) yang berperan sebagai pintu masuk gerbang wisatawan melalui kunjungan kapal pesiar (cruise) dan kawasan destinasi wisata baru di Bali dan wisata maritim di Indonesia.

Industri penyedia layanan wisata dengan kapal wisata (yacht) sedang dalam tren meningkat seiring peningkatan jumlah masyarakat kelas menengah-atas. Beberapa negara ASEAN yang menjadi tujuan kapal wisata (yacht) yaitu Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina. Di Indonesia, terdapat 18 pelabuhan yang dapat disinggahi kapal wisata (yacht) termasuk BMTH. Layanan yang akan diberikan di Marina & Yacht Terminal yaitu:

  1. Layanan jasa Marina & Yacht Terminal (dermaga, dry stack, utilitas)
  2. Layanan akomodasi (F&B, hotel)
  3. Jasa persewaan kapal
  4. Persewaan area komersial

Sebagai komitmen penerapan Good Corporate Governance dalam tahapan proses kerjasama sesuai dengan peraturan Direksi PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), maka diperlukan penyusunan dan evaluasi persyaratan kerjasama pengelolaan Marina & Yacht Terminal dan kawasan penunjangnya di BMTH antara PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) dan PT Pelindo Properti Indonesia (PT PPI) sebagai perusahaan afiliasi yang bergerak bidang infrastruktur dan pengembang bisnis properti.

Kelayakan atas investasi yang dilaksanakan PT Pelindo III di Area Dumping I untuk Marina & Yacht Terminal serta kawasan penunjangnya di BMTH mempertimbangkan kelayakan finansial, market, continuity & sustainability termasuk menjadi acuan untuk PT PPI dalam pengambilan keputusan atas kerjasama bisnis dengan mitra strategis. Hasil analisis kelayakan akan menjadi acuan manajemen dalam persyaratan dan penentuan skema kerjasama pengelolaan Marina & Yacht Terminal yang optimal.

(Bambang Tjahjadi)