fbpx

Kajian - Tindak Lanjut Program Kerja Penyusunan Studi Kelayakan Untuk Perpanjangan Dermaga Petikemas Internasional Di PT Terminal Petikemas Surabaya

Pict by tps.co.id

BKMP UNAIR NEWS – PT Terminal Petikemas Surabaya (PT TPS) merupakan salah satu anak perusahaan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) yang bergerak dibidang penyediaan fasilitas terminal petikemas internasional maupun domestik. Dalam menjalankan bisnis inti sebagai operator terminal petikemas, PT TPS selalu berupaya meningkatkan kinerja operasional terminal melalui peningkatan fasilitas dan kapasitas terminal untuk mengantisipasi peningkatan arus petikemas serta menunjang kelancaran proses pelayanan bongkar muat petikemas. Sesuai dengan rencana pengembangan jangka menengah Rencana Induk Pelabuhan Tanjung Perak dan sekitarnya, PT TPS berencana melakukan perpanjangan dermaga petikemas internasional sepanjang 300 meter.

Kapasitas produksi dermaga diproyeksikan selama 50 tahun dengan mempertimbangkan jumlah tambatan tetap, produktivitas rata-rata B/S/H, dan beth ocupancy ratio (BOR). Berdasarkan faktor tersebut, kapasitas produksi dermaga dapat diproyeksikan dalam 3 kondisi, yaitu proyeksi dermaga eksisting dengan mengabaikan penggantian alat, proyeksi dermaga eksisting dengan penggantian alat, dan proyeksi dermaga setelah perpanjangan dengan penggantian alat. Tiga kondisi tersebut secara rinci dijelaskan sebagai berikut:

  1. Kapasitas dermaga eksisting menggunakan asumsi BOR dermaga 1-4 sebesar 54%, penurunan reliability alat 2.01% per tahun, dengan asumsi jika mengabaikan penggantian alat.
  2. Kapasitas dermaga eksisting menggunakan asumsi BOR dermaga 1-4 sebesar 54%, penurunan reliability alat sesuai umur pemakaian, dengan mempertimbangkan adanya penggantian alat sesuai remaining life nya.
  3. Kapasitas dermaga perpanjangan berdampak pada peningkatan BOR dermaga 1-4 menjadi 60%, penurunan reliability alat sesuai umur pemakaian, dengan mempertimbangkan adanya penggantian alat sesuai remaining life-nya.

Kajian kelayakan investasi perpanjangan dermaga petikemas internasional ini mempertimbangkan beberapa indikator kelayakan meliputi: Weighted Average Cost of Capital (WACC), Internal Rate of Return (IRR), Net Present Value (NPV) dan Payback Period.

(Bambang Tjahjadi)