fbpx

Kajian – GELIAT AIRLANGGA Lakukan Monitoring dan Evaluasi Program Pendampingan Ibu di Tiga Kota Sasaran

BKMP UNAIR NEWS – Pada bulan November tahun 2022, GELIAT AIRLANGGA telah melakukan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (MONEV) Pendampingan Ibu pada tiga kabupaten yaitu Bojonegoro, Jember,  dan Jombang dengan mengundang stakeholder di setiap kota terkait. Monev ini dilakukan secara hybrid dimana pada kabupaten Bojonegoro dilaksanakan pada tanggal 15 November 2022 di Stikes Rajekwesi Bojonegoro. Kemduian, pada kabupaten Jember dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Jember pada tanggal 16 November 2022, serta Kabupaten Jombang yang dilaksanakan di Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum pada tanggal 28 November 2022. Kegiatan ini bertujuan untuk memaksimalkan program pendampingan ibu dengan mendiskusikan proses serta hambatan yang terjadi di lapangan yang nantinya akan didiskusikan terkait solusi terbaik. Selain itu, kegiatan monev ini juga bertujuan untuk memperoleh masukan serta dukungan terkait dari beberapa stakeholder terkait seperti Dinas Kesehatan Provinsi dan Kab/Kota hingga institusi institusi yang ikut serta dalam program kerjasama ini.

Dalam pembukaan kegiatan, disampaikan beberapa hal terkait pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam melaksanakan program pendampingan ini. Kemudian juga ditekankan bagaimana program ini bisa memberikan kontribusi nyata dalam menurunkan angka kematian ibu. Setelah beberapa sambutan, terdapat pemaparan dari institusi pendamping terkait laporan kegiatan yang ada. Secara garis besar laporan ini mencakup proses perencanaan, pelaksanaan, hingga rencana monitoring serta evaluasi lanjutan. Pihak institusi pendamping juga menyampaikan terkait masalah yang paling sering dihadapi yaitu ketidaknyamanan selama masa kehamilan. Oleh karena itu, disampaikan juga kepada para volunteer untuk memberikan pendampingan terkait masalah maupun kejelasan edukasi yang diperlukan kepada ibu yang didampingi. Tidak lupa juga kontribusi para volunteer dalam meluruskan serta menyarankan untuk selalu mengkonsultasikan masalah serta melakukan pengecekan pada polindes atau puskesmas setempat.

Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari perwakilan mahasiswa volunteer untuk menjelaskan penerimaan serta proses dan kendala yang dihadapi langsung di lapangan. Salah satu masalah yang ditemui yaitu sulitnya mengatur waktu dalam melakukan pendampingan secara langsung oleh mahasiswa volunteer serta kurang aktifnya respon ibu ibu yang di chat via WhatsApp. Dalam beberapa kasus juga dijelaskan masalah yang terjadi seperti ibu hamil yang mengalami pendarahan karena bekerja aktif dan hal tersebut diketahui saat akan melakukan kunjungan pendampingan. Selain itu, disebutkan juga bagaimana antusiasme para mahasiswa volunteer dalam mendapatkan pengalaman baru dengan mengikuti program pendampingan ini.

Dari kedua sesi tersebut selanjutnya juga dilakukan diskusi tindak lanjut sehingga hal hal yang menjadi masalah tadi bisa diatasi kedepannya. Harapannya sendiri juga para mahasiswa yang menjadi volunteer bisa memberikan pendampingan yang optimal serta melakukan pencatatan pada logbook yang tersedia. Pada akhir sesi, disampaikan juga terkait pentingnya pengisian logbook sebagai bukti serta laporan tertulis kegiatan program pendampingan ini mengingat masih banyak yang belum terisi.

(Andi Maulana – Tim Geliat)