fbpx

Kajian - GELIAT AIRLANGGA bersama UNICEF Laksanakan Penguatan dan Pengkajian Pelaksanaan Rekomendasi AMPSR untuk Empat Kabupaten Dampingan

BKMP UNAIR NEWS – Pada tanggal 17-18 November 2022, Geliat Airlangga menggelar TOT (training of Trainer) AMPSR (Audit Maternal Perinatal Surveilans Response). Kegiatan AMPSR (Audit Maternal Perinatal Surveilans Response) merupakan program yang dibentuk untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi dengan cara menggali faktor penyebab kematian yang dapat dicegah. Dengan adanya TOT AMPSR ini bertujuan untuk memperkuat pengkajian dan pelaksanaan rekomendasi AMPSR di empat Kabupaten/kota pendampingan di Provinsi Jawa Timur.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak seperti perwakilan tim AMPSR dari empat daerah dampingan yaitu surabaya, jombang, bojonegoro, dan jember, kemudian Prof. Nyoman Anita Damayanti selaku Vocal point Geliat Airlangga, Dr. Armunanto dari UNICEF dan dr. Ilhamy Setyadi sebagai pembicara. Selain itu, tidak lupa juga komponen komponen tenaga kesehatan dari Rumah sakit, Dinas Kesehatan, dan Puskesmas juga turut hadir dalam kegiatan ini.

Susunan acara dari kegiatan ini sendiri meliputi pre-test dan post test yang harus diisi peserta, pemaparan materi MPDN, Kebijakan AMPSR, serta pengkajian dan pendalaman AMPSR-perinatal dan monitoring AMPSR itu sendiri. Pada materi pertama, dr. Ilhamy menjelaskan terkait bagaimana menggunakan MPDN sebagai fasilitator disusul dengan penjelasan terkait Kebijakan AMPSR. dr. Ilhamy juga menjelaskan bagaimana batasan serta ketentuan dalam penggunaan MPDN. Hari pertama TOT AMPSR ditutup dengan diskusi dan tanya jawab terkait materi yang sudah disampaikan.

Pada hari kedua, terdapat materi pertama dari dr. Budi terkait pengkajian kematian serta pencatatan untuk kelengkapan data. dr. Budi juga menjelaskan terkait bagaimana penyusunan rekomendasi dan kebijakan untuk tindak lanjut. Materi selanjutnya diisi oleh dr. Risa yang menekankan bagaimana pentingnya pelayanan perinatal untuk mencegah kematian ibu dan bayi. Selanjutnya terdapat materi dari Dinas Kesehatan Jawa Timur tentang monitoring pelaksanaan AMPSR untuk melengkapi materi materi dari hari pertama serta kedua. Pada sesi terakhir, ditutup dengan diskusi dan tanya jawab seperti biasa.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, harapannya tentunya dapat meningkatkan pengetahuan para tenaga kesehatan dan nantinya mentor mentor yang sudah mendapatkan pelatihan dapat mendampingi fasilitas kesehatan dalam AMPSR maupun penggunaan MPDN.

(Andi Maulana – Tim Geliat)