fbpx

Kajian - Perkuat STBM Pilar 2, GELIAT SANTUN AIRLANGGA Lakukan Workshop Implementasi Promosi CTPS dengan Metode RANAS

BKMP UNAIR NEWS – Pandemi covid-19 telah mengajarkan kita pentingnya personal hygiene terutama Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). CTPS menjadi salah satu protokol kesehatan wajib pada masa peralihan ini dimana penerapannya membutuhkan upaya promosi agar bisa diterima oleh masyarakat, salah satu metode yang bisa digunakan yaitu metode RANAS. Metode ini diperkenalkan oleh UNICEF dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk dilakukan di sekolah sekolah. Sehubungan dengan kerjasama UNICEF-UNAIR, Geliat Santun Airlangga pun mengadakan Kegiatan Training Of Facilitator Implementasi STBM Pilar 2 dengan menggunakan Metode RANAS di tiga kota yaitu Surabaya, Lumajang, dan Jember. Tentunya tujuan utama dari kegiatan ini yaitu memberikan pemahaman terkait metode RANS serta persiapan rencana implementasi promosi kesehatan di sekolah.

Kegiatan ini dihadiri oleh stakeholder terkait di masing masing kota seperti dinas kesehatan, Tim Geliat Santun Airlangga, serta petugas promosi kesehatan dan sanitarian perwakilan masing masing puskesmas. Rincian  kegiatan ini yaitu dibuka dengan sambutan sambutan dari perwakilan UNICEF masing masing kota dan perwakilan dinas kesehatan kota masing masing. Selanjutnya yaitu materi tentang pendekatan RANAS serta Pengenalan Modul. Selanjutnya, terdapat kegiatan Roleplay dan penyusunan rencana kegiatan lapangan.

Dalam materi pertama,dijelaskan jika Metode RANAS sendiri merupakan metode promosi kesehatan dengan inovasi untuk menyentuh perasaan, afeksi, norma agar lebih mengena di sekolah ataupun di masyarakat. Kemudian pada materi kedua juga diperkenalkan modul yang akan digunakan dalam roleplay dengan tema “Memperkuat Cuci Tangan Pakai Sabun di Indonesia melalui Intervensi Perubahan Perilaku Berbasis Bukti Di Sekolah Dan Fasilitas Kesehatan”. Kegiatan roleplay sendiri dibagi menjadi beberapa pihak, ada yang berperan sebagai pihak puskesmas atau fasilitator, pihak sekolah, dan pihak pengamat roleplay. Kegiatan ini tentunya berkelanjutan dimana telah terlaksana pendampingan pelatihan di pondok pesantren Surabaya, serta evaluasi pendampingan tersebut. Hal itu akan dilakukan di dua kota lain yaitu Jember dan lumajang.

Harapan dari kegiatan ini tentunya sekolah sekolah maupun pondok pesantren yang menjadi target menjadi lebih membudayakan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dan memperkuat berjalannya pilar kedua serta pilar satu sampai lima yang berjalan juga.

(Andi Maulana – Tim Geliat)