fbpx

Sosialisasi WASH FIT dan Pendampingan 10 Puskesmas di Lumajang Bersama
Geliat Santun Airlangga

BKMP UNAIR NEWS – Air, sanitasi, kebersihan tangan, pengelolaan limbah medis, dan pembersihan lingkungan (WASH) merupakan prasyarat bagi mutu pelayanan dan keselamatan pasien di Fasyankes. Sebagai Fasyankes yang melakukan upaya promotif, preventif, dan kuratif, Puskesmas memiliki risiko menjadi tempat penyebaran infeksi dan penularan penyakit apabila tidak dilengkapi sarana WASH yang baik. Sarana WASH yang baik juga mampu menurunkan AKI dan AKB mengingat banyaknya kematian ibu yang disebabkan oleh infeksi serta kematian bayi karena diare. Kabupaten Lumajang sendiri yang akan digagas sebagai daerah pilot, masih memiliki AKI dan AKB yang cukup tinggi. Upaya peningkatan WASH di fasyankes sendiri telah diatur dalam peraturan Kemenkes dan saat ini harus dilakukan upaya dalam memenuhi sarana WASH in Healthcare Facilities menggunakan pendekatan manajemen holistik “Pedoman Air dan Sanitasi untuk Peningkatan Fasilitas Kesehatan (WASH FIT).

Kegiatan Sosialisasi WASH FIT (WASH Facility Improvement Tools) dan Pendampingan 10 Puskesmas di Kabupaten Lumajang dilaksanakan dengan cara luring pada Hotel Gajah Mada pada hari Senin, 30 Januari 2023 dan 10 puskesmas pendampingan pada hari Selasa, 31 Januari 2023. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak dinas kesehatan maupun puskesmas dengan tujuan untuk mensosialisasikan WASH FIT serta pendampingan di 10 Puskesmas terpilih di Kabupaten Lumajang.

Pada hari pertama, diberikan tiga materi yaitu WASH FIT disampaikan oleh Dr. Corie Indria Prasasti, S.KM., M.Kes. kemudian, 7 Domain WASH FIT yang disampaikan oleh Dr. Sudarmaji, S.KM., M.Kes. serta Kebijakan Penyelenggaraan Kesehatan Lingkungan di Puskesmas oleh Pak Ahmat. Tujuan dari WASH FIT sendiri untuk memperkuat layanan WASH di Fasyankes dengan berbagai data terkait sanitasi yang sudah ada serta untuk mencegah kerugian dan permasalahan lainnya. Terdapat tujuh domain pada WASH FIT pada Fasyankes, yaitu air, sanitasi, pengelolaan limbah medis, kebersihan tangan, pembersihan lingkungan, energi dan lingkungan, dan manajemen dan tenaga. Dalam tujuh domain ini dijelaskan satu persatu serta keadaan riil pada Kabupaten Lumajang. Materi terakhir yang disampaikan yaitu mengenai program penyehatan kesehatan lingkungan pada fasyankes dan pencapaian di Kabupaten Lumajang.

Kegiatan hari kedua berfokus pada upaya pendampingan puskesmas yang diawali dengan  assessment pada 10 Puskesmas di Kabupaten Lumajang yaitu, Puskesmas Klakah, Puskesmas Kedungjajang, Puskesmas Rogotrunan (Lumajang), Puskesmas Gucialit, Puskesmas Candipuro, Puskesmas Bades, Puskesmas Randuagung, Puskesmas Jatiroto, Puskesmas Sumbersari, Puskesmas Yosowilangun. Setelah melakukan assessment, dilakkan review, evaluasi serta rencana tindak lanjut yang diikuti sepulu puskesmas tersebut secara daring. Hasilnya sendiri, sepuluh puskesmas yang menjadi pilot project untuk WASH FIT di Jawa Timur memiliki hasil yang cukup baik, tetapi masih bisa ditingkatkan dan diperbaiki dalam beberapa poin.

(Andi Maulana – Tim Geliat)